Tuesday, March 6, 2012

Love-love-love

At this time, I wanna tell a story....

Sejujurnya telah lama aku pendam perasaan ini. Selama tiga tahun, tak ada seorang pun yang tahu bahwa aku mencintai lelaki itu. Lelaki yang selama 3 tahun ini mengisi hatiku. Lelaki yang selama ini hanya bisa kulihat dari jauh, namun tak bisa kudekati. Aku tak mengenalnya. Bahkan mengobrol pun tidak pernah. Hanya dengan melihat senyumnya saja, entah kenapa aku seperti tersihir. Aku langsung menyukainya. Namun dia tidak pernah tahu bahwa mata ku sering menatapnya, memandang kemana dia pergi, melihat sedang apa dia.

Saat MOS
Aku berjumpa pertama kali dengannya saat MOS SMA. Aku satu kelas dengannya. Saat aku memasuki kelas, aku melihatnya duduk. Namun aku melihatnya dengan pandangan biasa, tak ada kata menarik saat pertama aku melihatnya waktu itu. Saat kakak OSIS/PPSK memasuki kelas dan memanggil nama kami satu - persatu, tibalah namanya yang dipanggil. Aku melihatnya maju ke depan dan mulai berbicara. Entah kenapa saat pertama melihatnya, aku mulai menyukainya. Hanya sebatas "suka", belum "cinta".
Saat kegiatan MOS berlangsung, tanpa sadar aku terus memperhatikannya. Hingga akhirnya selesai MOS....

Kelas X (1 SMA)
Aku beda kelas dengannya. Aku memang kecewa berat saat aku tidak menemukan namanya di daftar nama. Kami berbeda kelas, namun aku masih sering melihatnya. Bahkan terkadang, kami suka bertemu kala kami sedang berjalan berlawanan arah. Kami memang sering bertemu, namun tidak saling menyapa. Karena dia memang tidak mengenalku. Hahaha.
Saat itu aku kekecewaan ku semakin bertambah manakala aku mencari namanya di facebook dan ku temukan statusnya in relationship with...... Hatiku benar - benar sakit. Namun memang ini lah rasanya jika kita hanya memendam cinta ini dalam hati.
Aku berjalan keluar kelas (pulang sekolah). Aku mengambil headset dan meletakkannya di kedua telingaku. Kemudian headset tersebut ku sambungkan dengan hp ku dan player music ku menyala. Aku sengaja berjalan    pulang lewat tangga yang berada di dekat kelasnya agar aku dapat melihat dia. Hati ku benar - benar senang kala aku melihat dia bersama teman - temannya sedang bercanda. Namun sekali lagi, aku hanya bisa menyimpan senyuman itu dalam - dalam di lubuk hatiku. Aku mulai berjalan menuruni tangga. Namun ketika aku hendak menuruni tangga satunya lagi, aku benar - benar kaget. Saat aku ingin menuruni tangga, aku sempat berhenti dan mulai mengeluarkan hp untuk mematikan musik. Saat aku ingin mematikan lagu tersebut, dia tiba - tiba melompat dan mendarat tepat di depan wajahku!!! Mungkin hanya berjarak 1,5 jengkal tangan laki - laki! Saat dia mendarat, dia langsung tersenyum manis padaku. Spontan aku langsung berlari menuruni tangga karena malu! Benar - benar bodoh kan?? Itu lah aku! Diberikan berkat oleh Tuhan, malah ku tolak. hahaha.
Entah kenapa semenjak kejadian itu, selama satu tahun lebih di kelas XI, aku tidak pernah menemukan kejadian menyenangkan lagi seperti itu bersama dia. Karena aku hanya bisa memandang dia dari kejauhan dengan mengubur senyum ku dalam - dalam saat tatapan kami tak sengaja bertemu.

Kelas XII (3 SMA)
Sampai saat aku kelas 3, aku hanya bisa melihat dia. Melihat tanpa bisa kusentuh. Kami berbeda jurusan. Aku mengambil jurusan IPS, sedangkan dia jurusan IPA. Namun, kejadian menyenangkan kembali terjadi padaku. Saat alumni - alumni sekolah datang untuk membagikan ilmunya pada kami, kami mulai memasuki kelas berdasarkan jurusan di kuliah yang kami inginkan. Sebelumnya kami telah diberi angket untuk mengisi manakah jurusan yang kami minati untuk mendengarkan alumni - alumni sekolah kami berbagi ilmunya. hahaha. Saat itu kami telah selesai menghadapi TO I. Kami mulai berkumpul untuk memasuki kelasnya bersama - sama. Saat aku berkumpul dengan teman - temanku, tanpa sengaja mataku bertemu dengannya tak jauh dari tempat ku berdiri. Dia tertawa namun sesekali menoleh ke sebelah kiri atau belakang, maap aku lupa. Dia saat dia menoleh itu lah mata kami berdua bertemu terus. Namun aku sadar, aku tidak boleh terlalu berharap. Saat aku dan teman - teman ku sudah yakin untuk memasuki kelas bersama, kami mulai berjalan. Aku terkejut ketika melihat dia bersama teman - temannya berjalan di depan ku dan teman - teman ku. Karena jalan yang kami lewati ini merupakan jalan menuju ke ruang ekonomi/akuntansi. Aku tetap diam dan pura - pura tidak tahu. Ketika kami memasuki kelas, kami bertambah heran karena kebanyakan anak - anak IPA berada di kelas kami. Kami benar - benar bingung. Bukannya masuk ke kelas kedokteran, malah masuk kelas ekonomi/akuntansi. Di sana lah keheranan ku terjawab. Ternyata dia memasuki kelas ekonomi/akuntansu. Namun aku tidak tahu dia mengambil kursi dimana. Sepanjang kegiatan sharing tersebut, aku hanya terfokus pada materi yang diterangkan. Tidak pada dirinya yang entah ada dimana. Setelah selesai, kami turun ke bawah dan bersiap - siap untuk menghadapi tes remed (maklum, saya gak pinter mas, mbak. :D). Saat kami kembali berkumpul di bawah, aku kembali melihatnya di tempat tak jauh aku berdiri. Aku langsung menoleh ke arah lain dan memandang yang lain. Namun 5 detik kemudian, tanpa sengaja aku melihatnya lagi, dia masih tetap tersenyum seperti tadi. Aku mulai menoleh ke sebelah kiri ku, tak ada orang. Aku tidak tahu dia tersenyum pada siapa. Kepadaku atau orang lain. Saat itu aku mulai menahan detak jantung yang semakin cepat. Karena aku tidak tahan lagi, aku mulai mengajak teman - teman ku pergi ke kantin. Aku tidak melihat dia sama sekali ketika kami pergi. Aku mulai mencoba fokus pada pembicaraan teman - temanku dan mencoba melupakan senyumannya tadi.
Orang yang jatuh cinta, pasti tahu bahwa sampai sekarang aku tidak pernah bisa melupakan senyuman itu. T^T

Oh, God. Give me an answer.... Bless me... T^T
Sekian curhatan dari ane~~
Thanks for reading :")
:)

No comments:

Post a Comment